Huawei adalah vendor gadget yang berasal dari Negara China yang sedang
merinstis produk-produk smartphonenya untuk bersaing di pasaran. Huawei
memang bukan brand yang memiliki nama global sekelas Sony atau Samsung yang
merupakan vendor teratas dalam penjualan gadget.

Namun vendor Huawei sudah menanjakkan brand nya menuju level atas sejak
kesuksesan produknya Huawei Ascend P6 yang diluar dugaan dan beberapa
produk segmentasi kelas menengah yang lain.

Nah untuk melanjutkan kesuksesan tersebut Huwaei meluncurkan smartphone
baru yaitu Huawei Honor 3C yang berkelas premium dengan dibumbui beberapa
fitur yang membuatnya menjadi maksimal. Pada sesi kali ini Begawei akan
khusus membahas mengenai Huawei Honor 3C ini yang mempunyai harga sangat miring.

Notebook Lenovo Yoga 3 Pro

Notebook convertible Lenovo Yoga 3 Pro kabarnya sedang disiapkan dan ditenagai oleh prosesor Intel Core M yang tak lain adalah prosesor Core generasi kelima yang menggunakan nama sandi Broadwell. Spesifikasi Lenovo Yoga 3 Pro telah beredar di internet dan menawarkan spesifikasi yang lebih tinggi dari generasi sebelumnya.

Salah satu keunggulan Yoga 3 Pro besutan Lenovo ini adalah desainnya yang unik yang memungkinkan pengguna memutar layar hingga 360 derajat untuk mode tablet. Sedangkan untuk mode notebook, pengguna cukup membuka layar sesuai kebutuhan saja. Rilis Lenovo Yoga 3 Pro ini tampaknya sudah sangat dekat karena juga telah muncul di POSTEL Indonesia beberapa waktu lalu.

harga hp lenovo

Game Goat Simulator

*Game * Goat
Simulator akhirnya tersedia di Android dan iOS. Sebelumnya game Goat
Simulator ini hanya tersedia di platform Windows, Mac OS X, dan Linux.
Pengembang Goat Simulator memutuskan menghadirkan game populer tersebut
setelah melihat tingginya minat pengguna platform mobile. Hal ini ditandai
dengan banyaknya kloning game Goat Simulator
yang
bertebaran di Play Store iTunes App Store.

Game Goat Simulator ini awalnya adalah sebuah proyek lelucon yang
dikembangkan oleh Coffe Stain Studios yang berbasis di Swedia. Sesuai
dengan namanya, Goat Simulator akan mengajak pemain menjadi seekor domba
dan mengendalikannya. Sebelum game ini resmi dirilis, sudah banyak kloning
dari game ini di Googlpe Plat Store dan iTunes App Store. Hal inilah yang
mendorong pengembang Goat Simulator Asli untuk segera merilis game
tersebut.

Aplikasi Dzikir

Ribut Agung Prastiyo ‘ribut’ sendiri saat sidang skripsi Universitas 17
Agustus 1945 (Untag) Surabaya. Ada satu penguji yang cukup paham bacaan
dzikir. Ia was-was bila sidangnya tidak berjalan mulus. Sidang sukses, aplikasi
dzikir
Ribut pun mendapat pujian. Inilah sosok mahasiswa Surabaya pencipta
aplikasi dzikir berbasis Android sebagai bagian dari tugas akhir.

Jangan hanya buka Facebook saja. Itulah pesan pria kelahiran 1992 tersebut
tatkala diwawancara *Tribunnews*. Dikutip Sabtu (13/9), Ribut menceritakan
bagaimana jerih payahnya membuat aplikasi tersebut.

Butuh waktu tiga bulan baginya untuk mewujudkannya. Ribut harus bolak-balik
ke kantor Pengurus Cabang Nahdatul Ulama (PCNU) Kabupaten Lamongan guna
peroleh bacaan dzikir yang benar. Data terkumpul kemudian ia ketik dan
dibuat aplikasinya. Sempat dikritik sebab Ribut visualisasikan dalam ukuran
*font *kecil.

Aplikasi besutan Ribut memungkinkan pengguna Android
berdzikir di mana saja dan kapan saja. Tinggal
akses aplikasi dan akan tertampil empat opsi: dzikir, riwayat hadist,
tentang, dan menu keluar. Menu dzikir dilengkapi dengan terjemahan dan bila
*speaker *diaktifkan akan terdengar lafal dzikir yang bisa ditirukan.

“Sebenarnya di Play Store Android sudah ada aplikasi semacam ini. Tetapi
sebatas takhmit, tasbih, dan takbir,” kata Ribut.

Aplikasi besutannya ini tergolong baru dan ia harus sabar menyelesaikannya
demi penuhi tugas akhir. Kerja keras yang ia lakukan berbuah hasil.
PCNU Lamongan menunggu aplikasinya itu dan ia berencana untuk mematenkannya.

Aplikasi Dzikir

Ribut Agung Prastiyo ‘ribut’ sendiri saat sidang skripsi Universitas 17
Agustus 1945 (Untag) Surabaya. Ada satu penguji yang cukup paham bacaan
dzikir. Ia was-was bila sidangnya tidak berjalan mulus. Sidang sukses, aplikasi
dzikir
Ribut pun mendapat pujian. Inilah sosok mahasiswa Surabaya pencipta
aplikasi dzikir berbasis Android sebagai bagian dari tugas akhir.

Jangan hanya buka Facebook saja. Itulah pesan pria kelahiran 1992 tersebut
tatkala diwawancara *Tribunnews*. Dikutip Sabtu (13/9), Ribut menceritakan
bagaimana jerih payahnya membuat aplikasi tersebut.

Butuh waktu tiga bulan baginya untuk mewujudkannya. Ribut harus bolak-balik
ke kantor Pengurus Cabang Nahdatul Ulama (PCNU) Kabupaten Lamongan guna
peroleh bacaan dzikir yang benar. Data terkumpul kemudian ia ketik dan
dibuat aplikasinya. Sempat dikritik sebab Ribut visualisasikan dalam ukuran
*font *kecil.

Aplikasi besutan Ribut memungkinkan pengguna Android
berdzikir di mana saja dan kapan saja. Tinggal
akses aplikasi dan akan tertampil empat opsi: dzikir, riwayat hadist,
tentang, dan menu keluar. Menu dzikir dilengkapi dengan terjemahan dan bila
*speaker *diaktifkan akan terdengar lafal dzikir yang bisa ditirukan.

“Sebenarnya di Play Store Android sudah ada aplikasi semacam ini. Tetapi
sebatas takhmit, tasbih, dan takbir,” kata Ribut.

Aplikasi besutannya ini tergolong baru dan ia harus sabar menyelesaikannya
demi penuhi tugas akhir. Kerja keras yang ia lakukan berbuah hasil.
PCNU Lamongan menunggu aplikasinya itu dan ia berencana untuk mematenkannya.

Aplikasi Dzikir

Ribut Agung Prastiyo ‘ribut’ sendiri saat sidang skripsi Universitas 17
Agustus 1945 (Untag) Surabaya. Ada satu penguji yang cukup paham bacaan
dzikir. Ia was-was bila sidangnya tidak berjalan mulus. Sidang sukses, aplikasi
dzikir
Ribut pun mendapat pujian. Inilah sosok mahasiswa Surabaya pencipta
aplikasi dzikir berbasis Android sebagai bagian dari tugas akhir.

Jangan hanya buka Facebook saja. Itulah pesan pria kelahiran 1992 tersebut
tatkala diwawancara *Tribunnews*. Dikutip Sabtu (13/9), Ribut menceritakan
bagaimana jerih payahnya membuat aplikasi tersebut.

Butuh waktu tiga bulan baginya untuk mewujudkannya. Ribut harus bolak-balik
ke kantor Pengurus Cabang Nahdatul Ulama (PCNU) Kabupaten Lamongan guna
peroleh bacaan dzikir yang benar. Data terkumpul kemudian ia ketik dan
dibuat aplikasinya. Sempat dikritik sebab Ribut visualisasikan dalam ukuran
*font *kecil.

Aplikasi besutan Ribut memungkinkan pengguna Android
berdzikir di mana saja dan kapan saja. Tinggal
akses aplikasi dan akan tertampil empat opsi: dzikir, riwayat hadist,
tentang, dan menu keluar. Menu dzikir dilengkapi dengan terjemahan dan bila
*speaker *diaktifkan akan terdengar lafal dzikir yang bisa ditirukan.

“Sebenarnya di Play Store Android sudah ada aplikasi semacam ini. Tetapi
sebatas takhmit, tasbih, dan takbir,” kata Ribut.

Aplikasi besutannya ini tergolong baru dan ia harus sabar menyelesaikannya
demi penuhi tugas akhir. Kerja keras yang ia lakukan berbuah hasil.
PCNU Lamongan menunggu aplikasinya itu dan ia berencana untuk mematenkannya.

Aplikasi Dzikir

Ribut Agung Prastiyo ‘ribut’ sendiri saat sidang skripsi Universitas 17
Agustus 1945 (Untag) Surabaya. Ada satu penguji yang cukup paham bacaan
dzikir. Ia was-was bila sidangnya tidak berjalan mulus. Sidang sukses, aplikasi
dzikir
Ribut pun mendapat pujian. Inilah sosok mahasiswa Surabaya pencipta
aplikasi dzikir berbasis Android sebagai bagian dari tugas akhir.

Jangan hanya buka Facebook saja. Itulah pesan pria kelahiran 1992 tersebut
tatkala diwawancara *Tribunnews*. Dikutip Sabtu (13/9), Ribut menceritakan
bagaimana jerih payahnya membuat aplikasi tersebut.

Butuh waktu tiga bulan baginya untuk mewujudkannya. Ribut harus bolak-balik
ke kantor Pengurus Cabang Nahdatul Ulama (PCNU) Kabupaten Lamongan guna
peroleh bacaan dzikir yang benar. Data terkumpul kemudian ia ketik dan
dibuat aplikasinya. Sempat dikritik sebab Ribut visualisasikan dalam ukuran
*font *kecil.

Aplikasi besutan Ribut memungkinkan pengguna Android
berdzikir di mana saja dan kapan saja. Tinggal
akses aplikasi dan akan tertampil empat opsi: dzikir, riwayat hadist,
tentang, dan menu keluar. Menu dzikir dilengkapi dengan terjemahan dan bila
*speaker *diaktifkan akan terdengar lafal dzikir yang bisa ditirukan.

“Sebenarnya di Play Store Android sudah ada aplikasi semacam ini. Tetapi
sebatas takhmit, tasbih, dan takbir,” kata Ribut.

Aplikasi besutannya ini tergolong baru dan ia harus sabar menyelesaikannya
demi penuhi tugas akhir. Kerja keras yang ia lakukan berbuah hasil.
PCNU Lamongan menunggu aplikasinya itu dan ia berencana untuk mematenkannya.

Aplikasi Dzikir

Ribut Agung Prastiyo ‘ribut’ sendiri saat sidang skripsi Universitas 17
Agustus 1945 (Untag) Surabaya. Ada satu penguji yang cukup paham bacaan
dzikir. Ia was-was bila sidangnya tidak berjalan mulus. Sidang sukses, aplikasi
dzikir
Ribut pun mendapat pujian. Inilah sosok mahasiswa Surabaya pencipta
aplikasi dzikir berbasis Android sebagai bagian dari tugas akhir.

Jangan hanya buka Facebook saja. Itulah pesan pria kelahiran 1992 tersebut
tatkala diwawancara *Tribunnews*. Dikutip Sabtu (13/9), Ribut menceritakan
bagaimana jerih payahnya membuat aplikasi tersebut.

Butuh waktu tiga bulan baginya untuk mewujudkannya. Ribut harus bolak-balik
ke kantor Pengurus Cabang Nahdatul Ulama (PCNU) Kabupaten Lamongan guna
peroleh bacaan dzikir yang benar. Data terkumpul kemudian ia ketik dan
dibuat aplikasinya. Sempat dikritik sebab Ribut visualisasikan dalam ukuran
*font *kecil.

Aplikasi besutan Ribut memungkinkan pengguna Android
berdzikir di mana saja dan kapan saja. Tinggal
akses aplikasi dan akan tertampil empat opsi: dzikir, riwayat hadist,
tentang, dan menu keluar. Menu dzikir dilengkapi dengan terjemahan dan bila
*speaker *diaktifkan akan terdengar lafal dzikir yang bisa ditirukan.

“Sebenarnya di Play Store Android sudah ada aplikasi semacam ini. Tetapi
sebatas takhmit, tasbih, dan takbir,” kata Ribut.

Aplikasi besutannya ini tergolong baru dan ia harus sabar menyelesaikannya
demi penuhi tugas akhir. Kerja keras yang ia lakukan berbuah hasil.
PCNU Lamongan menunggu aplikasinya itu dan ia berencana untuk mematenkannya.

Aplikasi Dzikir

Ribut Agung Prastiyo ‘ribut’ sendiri saat sidang skripsi Universitas 17
Agustus 1945 (Untag) Surabaya. Ada satu penguji yang cukup paham bacaan
dzikir. Ia was-was bila sidangnya tidak berjalan mulus. Sidang sukses, aplikasi
dzikir
Ribut pun mendapat pujian. Inilah sosok mahasiswa Surabaya pencipta
aplikasi dzikir berbasis Android sebagai bagian dari tugas akhir.

Jangan hanya buka Facebook saja. Itulah pesan pria kelahiran 1992 tersebut
tatkala diwawancara *Tribunnews*. Dikutip Sabtu (13/9), Ribut menceritakan
bagaimana jerih payahnya membuat aplikasi tersebut.

Butuh waktu tiga bulan baginya untuk mewujudkannya. Ribut harus bolak-balik
ke kantor Pengurus Cabang Nahdatul Ulama (PCNU) Kabupaten Lamongan guna
peroleh bacaan dzikir yang benar. Data terkumpul kemudian ia ketik dan
dibuat aplikasinya. Sempat dikritik sebab Ribut visualisasikan dalam ukuran
*font *kecil.

Aplikasi besutan Ribut memungkinkan pengguna Android
berdzikir di mana saja dan kapan saja. Tinggal
akses aplikasi dan akan tertampil empat opsi: dzikir, riwayat hadist,
tentang, dan menu keluar. Menu dzikir dilengkapi dengan terjemahan dan bila
*speaker *diaktifkan akan terdengar lafal dzikir yang bisa ditirukan.

“Sebenarnya di Play Store Android sudah ada aplikasi semacam ini. Tetapi
sebatas takhmit, tasbih, dan takbir,” kata Ribut.

Aplikasi besutannya ini tergolong baru dan ia harus sabar menyelesaikannya
demi penuhi tugas akhir. Kerja keras yang ia lakukan berbuah hasil.
PCNU Lamongan menunggu aplikasinya itu dan ia berencana untuk mematenkannya.

Nobis 7, Tablet Android KitKat Termurah di Dunia

Nobis 7 bisa dikatakan sebagai tablet Android
4.4 KitKat termurah
di dunia saat ini dengan harga hanya $49 atau sekitar Rp 500 ribu-an.
Tablet Nobis 7 ini memiliki spesifikasi yang cukup gahar untuk kelas Rp 500
ribu-an, penasaran? Simak ulasan dan spesifikasi lengkap dari tablet Nobis
7 termurah di dunia berikut ini.

Sekilas penampilan atau desain dari tablet Nobis 7 ini tak jauh berbeda
dengan tablet Android lainnya dengan mengusung
sudut tumpul dan bezel yang cukup tebal. Tablet Nobis 7 ini dibalut casing
berbahan plastik dan di bagian belakang terdapat lensa kamera tanpa
kehadiran LED flash.

Spesifikasi yang ditawarkan oleh tablet Nobis 7 ini sama sekali tak bisa
dipandang remeh karena telah mengusung layar sentuh berukuran 7 inci dengan
resolusi WSVGA 1024 x 600 piksel jenis TFT kapasitif. Keunggulan utama
Nobis 7 adalah telah menjalankan sistem operasi Android versi baru, yakni
4.4 KitKat.

Sektor dapur pacu, sekali lagi Nobis 7 tidak bisa dianggap enteng karena
telah ditenagai oleh prosesor quad-core ARM Cortex-A7 berkecepatan 1,2GHz
yang dipadukan dengan memori RAM sebesar 512MB. Sayangnya tak disebutkan
chipset dan pengolah grafis yang digunakan oleh tablet Nobis 7 ini.

Sektor kamera, Nobis 7 ini dipersenjatai oleh kamera belakang dengan
resolusi 2 megapiksel dan kamera depan VGA untuk video call. Tak hanya itu,
Nobis 7 ini disokong oleh baterai berkapasitas besar yang diklaim mampu
bertahan hingga 5 – 6 jam.

Seperti yang dilansir dari Softpedia (25/08/2014), tablet Nobis 7 ini
didukung oleh memori internal berkapasitas 8GB yang didukung oleh slot
microSD untuk ekspansi memori eksternal hingga maksimal 32GB. Secara umum,
spesifikasi yang ditawarkan oleh Nobis 7 cukup menarik di kelas Rp 500
ribu-an.